Tren marmer 2026 bergerak menjauh dari marmer putih polos. Desainer dan majalah desain menyebut empat arah: urat berwarna, terutama ungu seperti Calacatta Viola dan Arabescato Violet; palet hangat krem dan madu; permukaan honed (doff) yang tidak menyilaukan; serta tepi meja yang kembali diperlakukan sebagai detail desain, misalnya triple bullnose dan ogee.
Bagi rumah di Indonesia, keempat arah ini punya arti yang sedikit berbeda dibandingkan dengan dapur di London atau New York. Cahaya kita lebih terik, udara lebih lembap, dan banyak rumah memisahkan dapur bersih dari dapur kotor. Artikel ini membahas setiap tren dari sudut itu, lalu menyampaikan pendapat kami tentang mana yang akan bertahan.
Mengapa marmer putih polos mulai ditinggalkan?
Marmer putih tidak hilang. Ia hanya tidak lagi menjadi jawaban otomatis. Selama sepuluh tahun terakhir, banyak dapur dan kamar mandi mewah terlihat hampir sama: putih, urat abu-abu tipis, mengilap. Kini klien mencari batu yang terasa milik rumah mereka sendiri, bukan salinan dari katalog.
Di sinilah batu alam berbeda dari permukaan buatan pabrik. Pola marmer terbentuk sekali, di satu tempat, selama jutaan tahun. Blok berikutnya dari tambang yang sama pun tidak akan persis sama. Bagi pemilik rumah yang memilih batu alam, keunikan itu adalah alasan utamanya.
Marmer ungu: tren warna paling kuat tahun ini
Majalah desain seperti Living Etc melaporkan desainer memilih slab dengan urat tegas berwarna ungu, hijau tua dan merah anggur, sering dipadukan dengan kayu. Di antara semuanya, keluarga marmer ungu paling sering disebut: dasar putih atau gading dengan urat dari lilac lembut hingga ungu tua.
Beberapa yang ada dalam koleksi kami:
- Arabescato Violet, dari Turki, dengan kepingan putih rapat dalam garis merah anggur dan plum.
- Calacatta Viola, batu aslinya dari Italia, dengan urat ungu dan abu-abu di atas putih cerah, mengalir atau berkeping tergantung bloknya.
- Calacatta Violet dan Calacatta Paonazzo, dari keluarga Calacatta yang berdasar putih hangat.
- Breccia Violetta, batu breksi yang polanya terpecah-pecah dan bersudut.
- Lilac White dan Violetta Grey, yang warnanya lebih tenang.
- Onyx Violet, bagi yang ingin warna ini dalam batu onyx.
Stok selalu berubah dan setiap slab berbeda. Cara terbaik memilih marmer ungu adalah melihat slab aslinya langsung di showroom.
Di ruangan mana marmer ungu paling cocok di rumah Indonesia?
Marmer ungu paling kuat bila dipakai dalam satu gerakan yang berani: meja wastafel beserta dinding di belakangnya, powder room yang dilapisi dari lantai hingga plafon, meja bar, atau meja makan. Ruangan seperti ini dinikmati dalam waktu singkat atau sambil duduk santai, sehingga cocok untuk batu dengan karakter sekuat itu.
Untuk dapur, kami menyarankan lebih berhati-hati. Island dari Calacatta Viola memang memukau, tetapi warnanya menentukan suasana dapur selama puluhan tahun. Jika Anda jatuh cinta pada batunya, pakailah untuk island atau meja di dapur bersih saja, dan pilih batu yang lebih tenang untuk dapur kotor.
Apakah nada hangat menggantikan marmer abu-abu?
Ya, dan menurut kami inilah tren yang paling awet. Majalah desain menggambarkan peralihan dari abu-abu dingin ke warna pasir, krem, madu dan taupe. Dalam batu alam, artinya travertine, marmer krem dengan urat keemasan, onyx berwarna madu, dan putih hangat dari keluarga Calacatta.
Di iklim tropis, nada hangat punya keuntungan tambahan. Cahaya matahari kita kuat dan kekuningan. Batu abu-abu dingin bisa terlihat datar, bahkan agak muram, menjelang sore. Batu krem dan madu justru tampak hidup di bawah cahaya yang sama, dan mudah dipadukan dengan kayu jati, rotan dan kuningan.
Mengapa permukaan honed (doff) makin dipilih?
Permukaan honed digosok halus tetapi tidak sampai mengilap, sehingga hasilnya doff dan lembut di tangan. Ada tiga alasan praktis mengapa permukaan ini cocok untuk banyak rumah di Indonesia.
Pertama, bekas etsa dari air jeruk, cuka atau kopi jauh lebih samar di permukaan doff dibandingkan permukaan mengilap. Kedua, permukaan doff tidak memantulkan silau matahari yang masuk dari jendela besar. Ketiga, untuk lantai, permukaan doff umumnya terasa kurang licin dibandingkan permukaan yang dipoles mengilap.
Permukaan mengilap tetap punya tempat: dinding, ruang tamu formal, atau meja wastafel, tempat kilau membuat warna dan urat tampak lebih dalam. Untuk perawatan lantai mengilap, panduan kami tentang cara merawat lantai marmer bisa membantu.
Bagi yang ingin perlindungan lebih untuk meja batu alam, kami mengembangkan StainZero pada 2024: lapisan buatan kami sendiri yang diaplikasikan di pabrik, membuat batu alam apa pun tahan gores, tahan panas dan tahan asam kuat.
Tepi meja kembali menjadi sorotan
Majalah gaya hidup dan desain di Amerika dan Inggris tahun ini banyak membahas profil tepi dekoratif. Yang paling sering disebut adalah ogee (lengkung berbentuk S), triple bullnose (tiga lengkung bertingkat) dan tepi fluted (beralur).
Pada saat yang sama, ada arah sebaliknya: tepi pensil (pencil edge), yaitu tepi yang hampir siku dengan lengkung kecil, untuk dapur minimalis. Artinya, trennya bukan satu profil tertentu, melainkan kesadaran bahwa tepi meja ikut menentukan karakter ruangan. Kami memotong dan menyelesaikan profil-profil ini, termasuk triple bullnose, di workshop kami sendiri di Surabaya.
Apakah marmer boleh dipakai di luar ruangan?
Ini pertanyaan yang sering muncul ketika orang ingin membawa tren batu alam ke fasad dan teras. Jawabannya: sebagian marmer bisa, asalkan jenis dan finishing-nya tepat. Granit memang pilihan yang lebih mudah untuk area luar, tetapi bukan satu-satunya.
Contohnya adalah fasad dengan marmer Forest Green finishing Anticato. Sebelum memilih marmer untuk fasad, teras atau tepi kolam, tanyakan kepada tim kami jenis mana yang sesuai.
Tren mana yang akan bertahan?
Pendapat kami, setelah mengamati mode batu alam datang dan pergi sejak 1992:
- Nada hangat akan bertahan. Ia mengikuti pergeseran besar ke material alami, bukan sekadar musim.
- Permukaan honed akan bertahan di dapur dan lantai, karena menyelesaikan masalah nyata.
- Marmer ungu akan bertahan bila dipakai sebagai titik fokus, dan cepat terasa usang bila menutupi semua permukaan.
- Tepi dekoratif paling dipengaruhi mode. Di rumah bergaya klasik ia akan tampak tepat selama puluhan tahun; di rumah yang sangat minimalis, lebih berisiko.
Ringkasan tren marmer 2026
| Tren | Seperti apa | Batu yang bisa dilihat | Cocok untuk | Pendapat kami |
|---|---|---|---|---|
| Urat berwarna | Ungu, plum, merah anggur di atas putih | Arabescato Violet, Calacatta Viola, Breccia Violetta | Wastafel, bar, dinding aksen, meja makan | Bertahan sebagai titik fokus |
| Nada hangat | Krem, pasir, madu, taupe | Travertine, Calacatta hangat, onyx madu | Lantai, dapur, seluruh ruangan | Bertahan lama |
| Honed (doff) | Halus, tidak silau | Sebagian besar marmer | Meja dapur, lantai | Bertahan, praktis |
| Tepi dekoratif | Triple bullnose, ogee, fluted | Slab tebal | Wastafel klasik, bar, island | Paling dipengaruhi mode |
| Tepi minimalis | Tepi pensil atau eased | Semua batu | Dapur modern | Abadi |
FAQ: pertanyaan yang sering diajukan
Apa warna marmer yang sedang tren di 2026?
Marmer putih masih paling banyak dipakai, tetapi warna yang paling banyak dibicarakan desainer adalah ungu: marmer putih atau gading dengan urat lilac, plum atau merah anggur, seperti Calacatta Viola dan Arabescato Violet. Di sisi yang lebih tenang, warna krem dan madu sedang naik.
Apakah marmer masih cocok untuk dapur di 2026?
Masih. Batu alam kembali diminati untuk dapur karena karakter dan patinanya. Pilihan yang paling masuk akal saat ini adalah batu bernada hangat, permukaan honed yang menyamarkan bekas etsa, dan tepi yang dipilih dengan sadar. Untuk meja yang sering dipakai, lapisan pelindung dari pabrik menambah ketahanan.
Apakah marmer ungu cocok untuk kamar mandi?
Sangat cocok, dan justru salah satu penggunaan terbaiknya. Meja wastafel dengan batu yang sama di dinding belakangnya menampilkan urat dalam skala yang bisa dinikmati. Marmer di kamar mandi sebaiknya di-seal, dilap kering setelah dipakai, dan dijauhkan dari pembersih yang bersifat asam.
Bagaimana cara memilih marmer ungu yang tepat?
Lihat slab aslinya, bukan hanya foto atau sampel kecil. Warna ungu berubah di sepanjang satu slab, dan cahaya siang, lampu kuning serta lampu putih membuatnya tampak berbeda. Tentukan bagian urat terkuat akan jatuh di mana, lalu setujui tata letaknya sebelum batu dipotong.
Apakah tepi triple bullnose akan cepat ketinggalan zaman?
Tergantung ruangannya. Di dapur atau kamar mandi bergaya klasik, triple bullnose akan tetap terasa tepat selama puluhan tahun. Di ruang yang sangat minimalis, profil sederhana seperti tepi pensil atau eased biasanya lebih awet. Pilih tepi sesuai karakter rumah, bukan sesuai musim.
Tren akan terus berganti; batunya sudah terbentuk jutaan tahun sebelum semua tren itu, dan akan tetap ada setelahnya.



