23 April 2025 · 7 min read

Perbedaan Marmer dan Granit: Mana yang Lebih Cocok untuk Dapur, Lantai, dan Area Luar?

Perbedaan marmer dan granit berawal dari mineralnya. Marmer tersusun dari kalsit: lebih lunak, berurat, dan bereaksi terhadap asam seperti jeruk nipis. Granit tersusun dari kuarsa dan feldspar: lebih keras, berbintik, dan tahan terhadap asam dapur. Granit lebih aman untuk dapur sibuk; marmer lebih memikat untuk dinding, kamar mandi, dan lantai dalam. Di luar ruangan keduanya bisa dipakai, asal jenisnya tepat.

Keduanya batu alam, keduanya dipoles sampai mengilap, dan di toko sering dipajang berdampingan. Wajar kalau orang menganggapnya bersaudara dekat. Padahal beda marmer dan granit cukup jauh, dan salah pilih baru terasa setelah batu terpasang: bercak kusam di meja dapur, atau teras yang kehilangan kilapnya setelah beberapa musim hujan.

Apa bedanya marmer dan granit sejak dari perut bumi?

Marmer adalah batuan metamorf. Asalnya batu gamping yang dipanaskan dan ditekan di dalam bumi sampai mengkristal ulang. Mineral utamanya kalsit atau dolomit, keduanya karbonat, dan mineral lain yang ikut terperangkap menjadi uratnya. Di koleksi marmer kami contohnya Carrara White yang putih berurat abu-abu dan Nero Marquina yang hitam berurat putih.

Granit adalah batuan beku. Ia terbentuk ketika magma mendingin sangat perlahan jauh di bawah permukaan bumi, cukup lama bagi kristalnya untuk tumbuh sampai terlihat mata. Isinya terutama kuarsa dan feldspar, ditambah sedikit mika. Butiran itulah yang membuat granit tampak berbintik, seperti Star White. Ada juga yang butirannya sangat halus sampai tampak hitam polos, seperti Nero Absolute di koleksi granit kami.

Hampir semua perbedaan marmer dan granit yang lain berasal dari sini. Pada skala kekerasan Mohs, kalsit bernilai 3, sedangkan feldspar sekitar 6 dan kuarsa 7. Baja pisau dapur berada di antaranya. Karbonat larut oleh asam, sedangkan kuarsa dan feldspar tidak terusik oleh asam dapur.

Perbedaan granit dan marmer dalam satu tabel

Aspek Marmer Granit
Tampilan Urat yang mengalir di atas warna dasar; tiap lempengan berbeda Butiran kristal berbintik; lebih seragam dari lempengan ke lempengan
Kekerasan dan goresan Lebih lunak; bisa tergores pisau dan pasir Keras; tidak tergores pisau dapur
Noda Kopi, minyak, dan kunyit bisa meresap bila tidak dilindungi Lebih rapat, tetapi granit berwarna terang masih bisa menyerap minyak
Etsa asam Ya: jeruk nipis, cuka, dan pembersih asam meninggalkan bercak kusam Tidak, untuk asam yang ada di dapur
Panas Tahan panas sehari-hari; panci dari kompor tetap di atas tatakan Lebih tahan panci panas; tatakan tetap dianjurkan
Perawatan Sabun pH netral, lap segera, sealer berkala; bisa dipoles ulang Sabun pH netral dan sealer berkala; jarang perlu dipoles ulang
Tempat terbaik Dinding, kamar mandi, lantai ruang dalam, dapur bersih; jenis tertentu juga untuk area luar Top table dapur, lantai ramai, tangga, teras, carport

Bagaimana cara membedakan marmer dan granit dengan cepat?

Lihat polanya dari dekat. Marmer punya urat: garis yang mengalir dan bercabang, kadang seperti asap. Granit punya butiran: bintik kristal yang rapat, dengan serpih mika yang berkilat saat terkena cahaya.

Speckled stone samples in grey and black standing upright on a cream background

Sumber gambar: pexels.com

Kalau masih ragu, ada dua uji sederhana. Lakukan pada potongan contoh, jangan pada batu yang sudah terpasang. Goreskan ujung pisau: marmer tergores, granit tidak. Teteskan air jeruk nipis pada permukaan yang mengilap dan tunggu beberapa menit: marmer meninggalkan bercak kusam, granit tetap utuh.

“Granit” di toko bangunan itu granit alam atau granit tile?

Di sinilah banyak pembeli terkecoh. Dalam obrolan sehari-hari soal lantai, “granit” hampir selalu berarti granit tile, yang juga disebut homogeneous tile. Itu ubin porselen buatan pabrik: tanah liat, feldspar, dan pasir kuarsa yang ditekan lalu dibakar. Bahannya praktis dan kuat, tetapi bukan batu yang ditambang.

Membedakannya mudah. Granit tile dijual per dus dengan ukuran seragam, dan motifnya seragam atau berulang dari ubin ke ubin. Granit alam dijual per lempengan, tidak ada dua lempengan yang sama, dan butiran kristalnya menembus seluruh ketebalan batu. Kalau sebuah penawaran “meja dapur granit” menyebut ukuran ubin, yang ditawarkan adalah granit tile. Artikel ini membandingkan marmer dengan granit alam.

Marmer atau granit untuk dapur dan top table?

Untuk dapur yang benar-benar dipakai memasak, kami menyarankan granit. Masakan Indonesia tidak ramah pada kalsit: jeruk nipis, asam jawa, cuka, tomat, dan sambal semuanya asam, dan kunyit meninggalkan warna. Tetesan yang dibiarkan beberapa menit di atas marmer poles menjadi bercak kusam yang tidak hilang dilap. Itu bukan noda, melainkan permukaan batu yang termakan asam.

Granit tidak teretsa oleh asam-asam itu, dan mata pisau tidak melukainya. Yang tetap perlu segera dilap hanyalah minyak dan kunyit, terutama pada granit berwarna terang.

Marmer tetap punya tempat di dapur, asal tempatnya benar. Banyak rumah punya dua dapur: taruh granit di dapur kotor, dan marmer di dapur bersih, pantry, atau island tempat menata hidangan. Pilih finish Honed yang tidak mengilap supaya bekas etsa tersamar. Bahan lain untuk meja dapur kami bahas di 6 jenis top table kitchen set.

Lantai granit atau marmer, mana yang lebih cocok?

Di ruang dalam, pilihan kami marmer. Ruang tamu, ruang keluarga, dan kamar tidur tidak menghadapi asam atau pasir setiap hari, dan di sanalah urat marmer paling terlihat. Kilapnya akan berkurang di jalur yang sering dilewati, tetapi lantai marmer bisa dipoles ulang di tempat, berkali-kali. Perawatannya kami uraikan di 7 cara merawat lantai marmer.

Granit lebih tepat untuk lantai yang bekerja keras: pintu masuk, tangga, area servis, dan ruang komersial yang ramai. Pasir yang terbawa sol sepatu umumnya mengandung kuarsa, lebih keras daripada marmer tetapi setara dengan granit. Satu hal berlaku untuk keduanya: permukaan poles licin saat basah, jadi untuk area basah mintalah finish yang lebih kesat.

Untuk area luar: teras, carport, dan tepi kolam

Di luar ruangan, granit adalah pilihan yang paling mudah. Hujan, terik, dan debu perlahan mengikis kilap marmer poles, sedangkan granit mempertahankan permukaannya jauh lebih lama. Untuk lantai luar, mintalah finish Flamed atau Sandblast yang kesat saat basah. Contoh granit di area luar: carport dengan granit Nero Absolute.

Marmer juga bisa dipakai di luar ruangan, asal jenis dan finish-nya tepat. Tidak semua marmer sama: jenis tertentu dipakai untuk fasad, teras, dan tepi kolam, dan finish yang sejak awal tidak mengandalkan kilap menua jauh lebih anggun. Contohnya fasad dengan marmer Forest Green finish Anticato. Tanyakan kepada tim kami marmer mana yang cocok untuk area luar rumah Anda.

Marmer atau granit, mana yang biasanya lebih mahal?

Tidak ada jawaban tunggal, karena harga batu alam ditentukan oleh kelangkaan, bukan oleh nama golongannya. Sebagai gambaran umum, granit yang banyak dipakai untuk dapur dan lantai biasanya lebih terjangkau daripada marmer impor putih berurat tegas. Tetapi granit eksotis berwarna langka bisa melampaui kebanyakan marmer, dan marmer lokal bisa lebih murah daripada granit impor.

Yang menggerakkan harga adalah asal tambang, kelangkaan warna, keutuhan blok, mutu seleksi, serta pengerjaannya: ketebalan, finish, dan potongan khusus. Granit tile umumnya berada di bawah keduanya. Karena itu, bandingkan penawaran untuk jenis batu yang sama, bukan “marmer” melawan “granit”.

FAQ: pertanyaan yang sering diajukan

Apakah marmer dan granit sama?

Tidak. Keduanya batu alam, tetapi marmer adalah batuan metamorf dari kalsit, sedangkan granit adalah batuan beku dari kuarsa dan feldspar. Akibatnya marmer lebih lunak dan peka asam, granit lebih keras dan tahan asam dapur. Di perdagangan, nama “granit” juga dipakai untuk beberapa batuan keras lain yang sifatnya serupa.

Marmer atau granit, bagus mana?

Bergantung pada tempatnya. Granit lebih bagus untuk top table dapur, lantai yang ramai, tangga, teras, dan carport karena keras dan tahan asam. Marmer lebih bagus untuk dinding, kamar mandi, dan lantai ruang dalam karena uratnya tidak tergantikan dan permukaannya bisa dipoles ulang. Banyak rumah memakai keduanya.

Apakah marmer boleh dipakai untuk meja dapur?

Boleh, dengan syarat. Marmer akan teretsa oleh jeruk nipis, cuka, dan tomat, dan bekasnya tidak hilang dilap. Pilih finish Honed agar bekas itu tersamar, lindungi dengan sealer, dan pakai di dapur bersih atau island. Untuk dapur kotor yang dipakai memasak setiap hari, granit lebih aman.

Apakah granit bisa tergores atau bernoda?

Tergores oleh pisau dapur, hampir tidak pernah, karena kuarsa lebih keras daripada baja pisau. Bernoda, bisa: granit berwarna terang yang tidak dilindungi dapat menyerap minyak goreng dan meninggalkan bayangan gelap. Sealer resap dan kebiasaan segera mengelap tumpahan biasanya cukup untuk mencegahnya.

Bagaimana cara merawat marmer dan granit?

Bersihkan dengan air dan sabun pH netral, lalu keringkan. Jauhkan marmer dari cuka, jeruk, dan pembersih kerak kamar mandi yang asam. Keduanya terbantu oleh sealer resap, yang sering disebut coating; ulangi ketika air tidak lagi membentuk butiran di permukaan. Sealer menahan noda, tetapi tidak mencegah etsa pada marmer.

Lihat lempengannya langsung sebelum memutuskan

Granit untuk tempat yang bekerja keras, marmer untuk tempat yang dipandang; kebanyakan rumah butuh keduanya. Foto tidak pernah cukup untuk memilihnya. MM Galleri berdiri di Surabaya pada 1992, dan katalog kami memuat lebih dari 400 jenis marmer dan lebih dari 100 jenis granit. Lempengannya bisa Anda lihat dan bandingkan berdampingan di showroom Surabaya, Jakarta, Bali, dan Singapura. Alamat dan jam bukanya ada di halaman showroom dan kontak.

Ask us about a stone

Ask the showroom nearest you. We can send photographs of what is in stock this week.