9 May 2022 · 7 min read

8 Jenis Top Table Kitchen Set: Mana yang Cocok untuk Dapur Anda?

Top table adalah permukaan kerja di atas kabinet kitchen set, tempat memotong, meracik, dan menata masakan; dalam bahasa Inggris disebut countertop. Untuk dapur yang dipakai memasak setiap hari, granit, quartzite, dan sintered stone paling tahan. Quartz surface cocok untuk dapur bersih yang rapi. Marmer paling indah di island dan area pastry, asal dirawat.

Bahan top table kitchen set menentukan apakah dapur masih tampak baik sepuluh tahun lagi, atau sudah penuh bercak setelah satu musim mangga muda. Pilihan yang tepat adalah bahan yang kelemahannya tidak bertemu dengan cara Anda memasak.

Apa arti top table, dan apa itu countertop?

Arti top table sederhana: papan kerja paling atas pada kitchen set, yang menutup kabinet bawah dan menjadi tempat kompor tanam, bak cuci, dan talenan. Countertop adalah istilah yang sama dalam bahasa Inggris; countertop artinya permukaan di atas counter, yaitu lemari dapur.

Orang juga menyebutnya meja dapur, kitchen top table, atau table top kitchen set. Di sinilah pisau, panci panas, minyak, dan perasan jeruk nipis bertemu setiap hari, sehingga top table menjadi bagian dapur yang paling cepat menunjukkan salah pilih bahan.

Dapur bersih atau dapur kotor: di mana top table Anda akan bekerja?

Banyak rumah di Indonesia punya dua dapur. Dapur bersih, sering menyatu dengan ruang makan atau island, dipakai untuk menyeduh kopi, menata hidangan, dan membuat kue. Dapur kotor adalah tempat menggoreng, mengulek sambal, dan merebus kaldu.

Jadi pertanyaan pertama bukan “bahan apa yang paling bagus”, melainkan “top table ini bekerja di dapur yang mana”. Dua bahan berbeda di satu rumah itu wajar.

Perbandingan bahan top table dalam satu tabel

Bahan Goresan Noda dan etsa asam Panas Perawatan Paling cocok untuk
Marmer Bisa tergores pisau dan pasir Teretsa jeruk nipis, cuka, tomat Panas sehari-hari aman; pakai tatakan Sealer berkala, lap tumpahan segera Island, dapur bersih, area pastry
Granit Sangat tahan Tahan asam; granit terang bisa menyerap minyak Tahan panci panas Sealer berkala Dapur kotor
Quartzite Sangat tahan Tahan asam; daya serap berbeda tiap jenis Tahan panas Sealer berkala Dapur sibuk dengan tampilan seperti marmer
Quartz surface (Silestone) Tahan Hampir tidak menyerap Resin bisa berbekas Sabun dan air Dapur bersih di dalam ruangan
Sintered stone (Dekton, Lapitec) Sangat tahan Hampir tidak berpori Sangat tahan Sabun dan air; jaga tepi dari benturan Dapur kotor, dapur outdoor
Keramik dan granit tile Tahan Nat menyerap kotoran Tahan Nat perlu digosok Dapur servis sederhana
Stainless steel Goresan halus terlihat Tidak berpori Tahan Mudah disanitasi Dapur profesional dan katering
Kayu solid Mudah tergores, bisa diampelas Air meninggalkan bekas Bisa berbekas bakar Diminyaki berkala Island dan meja sarapan

1. Marmer: cocok untuk top table dapur yang sering dipakai masak?

Jujurnya, tidak untuk dapur kotor. Marmer tersusun dari kalsit, mineral dengan kekerasan 3 pada skala Mohs, lebih lunak daripada baja pisau, sehingga bisa tergores. Yang lebih sering mengejutkan pemilik rumah adalah etsa: jeruk nipis, cuka, tomat, dan asam jawa memakan permukaannya dan meninggalkan bercak kusam yang tidak hilang dilap.

Meski begitu, marmer punya tempat yang indah di dapur. Permukaannya sejuk, sehingga disukai untuk menggiling adonan dan membuat pastry, dan di island uratnya menjadi pusat ruangan. Pilih finish Honed yang doff, karena bekas etsa jauh lebih tersamar dibanding pada marmer poles. Sealer menahan noda kopi dan minyak, tetapi tidak mencegah etsa.

Marmer di dapur akan menua, dan sebagian pemilik rumah justru menyukai patina itu. Perbandingan lengkapnya dengan granit ada di artikel perbedaan marmer dan granit; pilihan jenisnya ada di koleksi marmer kami.

2. Granit: kenapa paling sering dipilih untuk dapur kotor?

Granit tersusun dari kuarsa dan feldspar, dua mineral yang lebih keras daripada pisau dapur dan tidak terusik oleh asam di dapur. Jeruk nipis dan sambal tidak meninggalkan etsa, dan panci panas ditoleransi jauh lebih baik.

Kelemahannya dua. Granit berwarna terang yang tidak dilindungi bisa menyerap minyak dan kunyit, jadi sealer berkala tetap perlu. Granit juga berat, sehingga kabinet harus dibuat kokoh. Contohnya dapur dan island dengan granit African Red di Surabaya; warna lain ada di koleksi granit kami.

3. Quartzite: batu alam yang mirip marmer tapi lebih keras?

Quartzite adalah batu alam, bukan bahan pabrikan, meski namanya mirip quartz. Asalnya batu pasir yang mengkristal ulang di bawah panas dan tekanan, sehingga hampir seluruhnya kuarsa. Banyak quartzite berurat lembut seperti marmer, tetapi jauh lebih keras dan tahan asam dapur.

Satu catatan jujur: ada batu yang dijual sebagai quartzite padahal sebenarnya marmer atau dolomit yang lebih lunak. Mintalah potongan contoh, lalu uji dengan ujung pisau dan setetes air jeruk nipis. Quartzite sejati tidak tergores dan tidak kusam. Daya serapnya berbeda tiap jenis, jadi tetap perlu sealer.

4. Quartz surface (Silestone): apa kelebihan dan batasnya?

Quartz surface adalah batu buatan: butiran kuarsa yang diikat resin dan pigmen. Porinya sangat kecil, sehingga kopi dan kunyit tidak meresap dan tidak perlu sealer. Warnanya seragam, cocok untuk dapur bersih yang ingin tampak tenang. Silestone adalah salah satu merek yang kami tangani; lihat halaman Silestone.

Batasnya ada pada resin. Panci yang langsung diangkat dari kompor bisa meninggalkan bekas, jadi selalu gunakan tatakan. Resin juga tidak bersahabat dengan sinar matahari langsung, sehingga quartz surface lebih tepat di dalam ruangan.

Dua contoh di Surabaya: kitchen set dengan Silestone Charcoal Soapstone (warnanya di halaman Silestone Charcoal Soapstone), dan top table Silestone Blanco di sebuah proyek hunian.

5. Sintered stone (Dekton, Lapitec): apakah benar tahan segalanya?

Sintered stone dibuat dari mineral alam yang dipadatkan dengan tekanan sangat tinggi lalu dibakar, tanpa resin pengikat. Hasilnya sangat keras, tahan panas, stabil terhadap sinar UV, dan hampir tidak berpori, sehingga cocok juga untuk dapur outdoor. Ketika orang menyebut Lapitec countertops atau top table Dekton, bahan inilah yang dimaksud.

Tetapi sintered stone bukan satu-satunya pilihan yang baik. Tepi dan sudutnya bisa gompal bila terbentur keras, misalnya wajan besi yang jatuh tepat di bibir meja, jadi tepi yang sedikit dibulatkan lebih aman. Lempengannya besar, sehingga sambungan lebih sedikit. Lapitec dibuat full body: warnanya menembus sampai ke tepi.

Contoh proyeknya: kitchen set dengan Dekton Khalo di Surabaya dan dapur Dekton di Jakarta. Warna lain ada di Dekton Argentium dan Lapitec Nero Assoluto.

Lapitec kami bahas lebih jauh di artikel Lapitec untuk dapur, dan kedua merek kami bandingkan di Lapitec vs Dekton (bahasa Inggris).

6. Keramik dan granit tile: masih layak untuk top table?

Meja cor beton atau bata yang dilapisi keramik masih banyak ditemui di dapur servis. Ubinnya cukup keras dan tahan panas. Kelemahannya ada pada nat: garis sambungan yang menyerap minyak, sulit dibersihkan, dan menjadi tempat kuman bersarang. Bibir ubin juga bisa gompal.

“Granit” di toko bangunan biasanya berarti granit tile, ubin buatan pabrik, bukan granit alam. Prinsipnya: semakin sedikit sambungan, semakin mudah top table dirawat.

7. Top table stainless: hanya untuk dapur restoran?

Stainless steel menjadi standar dapur profesional karena tidak berpori, tahan panas, dan mudah disanitasi. Di rumah, bahan ini cocok untuk dapur kotor yang dipakai seperti dapur katering. Yang perlu diterima: goresan halus akan terlihat, bekas jari mudah tampak, dan lembaran tipis bisa penyok bila alasnya tidak kokoh.

8. Kayu solid: hangat, tapi tahan air dan panas?

Kayu solid memberi kehangatan yang tidak dimiliki batu, dan goresannya bisa diampelas ulang. Tetapi kayu perlu diminyaki berkala, air di dekat bak cuci meninggalkan noda gelap, dan panci panas meninggalkan bekas bakar. Tempat terbaiknya adalah island atau meja sarapan, jauh dari sink dan kompor.

Apa saja yang menentukan biaya top table?

Yang paling berpengaruh adalah jenis material dan kelangkaannya, ketebalan yang dipilih, dan pengerjaan tepi. Lalu jumlah lubang untuk bak cuci, kompor tanam, dan kran; bentuk meja, misalnya bentuk L atau island yang butuh sambungan; serta pemasangan, termasuk akses ke lokasi. Bandingkan penawaran dengan rincian pekerjaan yang sama.

FAQ: pertanyaan yang sering diajukan

Top table kitchen set yang paling awet apa?

Untuk dapur yang dipakai memasak setiap hari, granit, quartzite, dan sintered stone seperti Dekton atau Lapitec paling awet karena keras dan tahan asam. Quartz surface juga awet di dalam ruangan, asal panci panas diletakkan di tatakan. Marmer awet secara struktur, tetapi permukaannya akan berubah karena etsa.

Bolehkah meletakkan panci panas langsung di atas top table?

Di atas sintered stone dan granit, umumnya aman. Di atas quartz surface, jangan, karena resinnya bisa berbekas. Marmer dan kayu sebaiknya juga dilindungi. Tatakan adalah kebiasaan kecil yang menjaga semua bahan, termasuk yang paling tahan panas, dari perubahan suhu yang mendadak.

Apakah top table marmer perlu di-coating?

Perlu. Yang biasa disebut coating sebenarnya adalah sealer resap, yang memperlambat noda kopi, minyak, dan kunyit masuk ke pori batu. Ulangi ketika air tidak lagi membentuk butiran di permukaan. Sealer tidak mencegah etsa, jadi tumpahan jeruk nipis dan cuka tetap harus segera dilap.

Top table granit atau quartz, mana yang lebih baik?

Granit lebih tahan panas dan setiap lempengannya unik, tetapi perlu sealer berkala. Quartz surface tidak perlu sealer dan warnanya seragam, tetapi resinnya peka terhadap panas dan sinar matahari. Untuk dapur kotor, granit lebih aman; untuk dapur bersih di dalam ruangan, quartz surface sangat nyaman.

Bahan apa yang cocok untuk countertop dapur outdoor?

Sintered stone dan granit adalah pilihan yang paling mudah, karena tahan panas, hujan, dan sinar matahari. Quartz surface kurang cocok karena resinnya. Marmer juga bisa dipakai di luar ruangan bila jenis dan finish-nya tepat; tanyakan kepada tim kami marmer mana yang cocok untuk area Anda.

Lihat dan sentuh bahannya sebelum memilih

Foto tidak pernah cukup untuk memilih top table kitchen set: warna berubah di bawah lampu dapur, dan tekstur finish hanya terasa di ujung jari. Di showroom MM Galleri di Surabaya, Jakarta, Bali, dan Singapura, marmer, granit, Dekton, Lapitec, dan Silestone bisa Anda bandingkan berdampingan.

Katalog kami memuat lebih dari 400 jenis marmer dan lebih dari 100 jenis granit, dipotong dan di-finish di workshop kami sendiri. Alamat setiap showroom ada di halaman showroom dan kontak.

Ask us about a stone

Ask the showroom nearest you. We can send photographs of what is in stock this week.