14 October 2022 · 8 min read

Facade Adalah Apa? Panduan Fasad Batu Alam yang Tahan Cuaca Tropis

Facade, atau fasad dalam ejaan baku, adalah sisi luar bangunan yang terlihat dari jalan: dinding depan, pintu masuk, jendela, kanopi, dan pagar yang bersama-sama membentuk wajah rumah. Untuk fasad batu alam di iklim panas dan basah Indonesia, yang paling tangguh adalah granit dan quartzite, disusul travertine, marmer tertentu dengan finish tidak mengilap, serta sintered stone seperti Lapitec dan Dekton.

Facade adalah apa, dan apa saja yang termasuk area facade?

Kata facade datang dari bahasa Prancis, yang meminjamnya dari kata Italia faccia, wajah. Dalam arsitektur, area facade adalah bidang luar yang membentuk kesan pertama sebuah bangunan, terutama tampak depan. Di rumah tinggal, itu biasanya dinding depan, kolom, pintu utama, jendela, kanopi carport, pagar, dan atap yang terlihat dari jalan.

Jadi kalau ada yang bertanya facade itu apa, jawaban singkatnya: bagian rumah yang dilihat orang sebelum masuk, dan yang tidak pernah berteduh dari cuaca.

Apa yang dihadapi batu di dinding luar rumah Indonesia?

Empat hal, setiap tahun. Pertama, matahari: sinar UV memudarkan warna sebagian batu dan bahan pengisinya, dan panas siang membuat panel memuai lalu menyusut lagi saat malam. Kedua, hujan, yang membawa air ke pori batu dan ke celah nat.

Ketiga, lumut, yang cepat tumbuh di dinding teduh, di bawah pohon, atau dekat tanah yang selalu basah. Keempat, flek putih atau efflorescence. Bercak ini bukan cacat batu, melainkan jejak garam yang terbawa air dari adukan semen di belakangnya, lalu mengering di permukaan.

Karena itu, batu fasad yang baik menyerap sedikit air, warnanya stabil di bawah matahari, dan finishnya tidak bergantung pada kilap.

Batu alam apa yang tahan cuaca untuk fasad rumah?

Granit, yang paling tangguh

Granit adalah batuan beku yang keras dan rapat. Serapan airnya rendah dan warnanya tidak pudar oleh matahari. Finish bertekstur seperti Flamed (bakar), Sandblast, atau bush-hammer memberi permukaan yang kesat dan menyamarkan debu. Contohnya carport dengan granit Nero Absolute di Surabaya; pilihan warnanya ada di koleksi granit kami.

Quartzite, berurat tetapi sekeras granit

Quartzite adalah batu pasir yang di dalam bumi berubah menjadi kuarsa padat. Kekerasannya setara granit, sementara banyak jenisnya berurat seperti marmer. Ada batu yang dijual sebagai quartzite padahal marmer yang lebih lunak; pastikan jenisnya sebelum memesan.

Travertine: diisi atau tidak diisi?

Travertine terbentuk dari endapan mata air berkapur, sehingga penuh rongga kecil. Pada lempengan filled, rongga itu ditutup bahan pengisi; pada unfilled, dibiarkan terbuka. Di luar, isian bisa lepas perlahan, sedangkan travertine tanpa isian menua menjadi lebih lembut. Keduanya peka asam dan perlu sealer.

Limestone dan sandstone, hangat tetapi berpori

Batu kapur (limestone) dan batu pasir (sandstone) memberi warna krem, gading, dan cokelat muda. Keduanya lebih berpori daripada granit, sehingga di sisi teduh mudah berlumut dan berubah warna. Pilih jenis yang padat, tempatkan di bidang yang cukup kena matahari, dan pakai sealer sejak awal.

Apakah marmer bisa dipakai untuk fasad?

Bisa, asal jenis dan finishnya tepat. Marmer tersusun dari kalsit yang lebih lunak dan peka asam, sehingga kilap Polished pudar oleh hujan dan debu dalam beberapa musim. Finish yang sejak awal tidak mengandalkan kilap, seperti Honed atau Anticato, menua jauh lebih anggun. Buktinya ada di fasad dengan marmer Forest Green finish Anticato di Surabaya.

Tidak semua marmer cocok untuk luar ruangan. Perbedaan dasarnya dengan granit ada di perbedaan marmer dan granit, dan dari koleksi marmer kami tim kami bisa menunjukkan jenis yang pantas untuk dinding luar.

Bagaimana dengan andesit, paras, dan batu candi?

Batu lokal ini sangat umum. Andesit adalah batuan vulkanik yang keras dan cukup tahan cuaca. Paras lunak dan mudah diukir, tetapi berpori besar sehingga cepat berlumut. Batu candi juga berpori dan menggelap seiring waktu, yang justru disukai pada rumah bergaya tropis.

Bagaimana dengan sintered stone seperti Lapitec dan Dekton?

Lapitec dan Dekton adalah sintered stone: mineral alami yang dipadatkan dengan tekanan tinggi lalu dibakar, tanpa resin. Hasilnya warna yang stabil di bawah UV, serapan air hampir nol, dan panel tipis yang lebih ringan daripada lempengan batu alam biasa. Itu sebabnya keduanya banyak dipakai pada fasad berventilasi.

Lumut sulit menempel dan flek putih tidak muncul dari dalam panelnya. Contohnya kolam renang dengan Lapitec Bianco Polare di Surabaya, yang setiap hari berhadapan dengan air dan terik. Uraian teknisnya, dalam bahasa Inggris, ada di Lapitec untuk facade.

Perbandingan batu untuk fasad dalam satu tabel

Batu Tahan cuaca dan UV Serapan air Perawatan Finish yang cocok Cocok untuk
Granit Sangat baik Rendah Ringan Flamed, Sandblast, Honed Dinding tinggi, carport, tangga luar
Quartzite Sangat baik Rendah Ringan Honed, Leather, Sandblast Fasad berurat
Travertine Baik; menua lebih lembut Sedang sampai tinggi Sealer; isian diperiksa Unfilled, Honed, Anticato Gaya mediterania, klasik
Limestone, sandstone Cukup; berlumut di sisi teduh Tinggi Sealer, sikat berkala Honed, Sandblast Dinding yang kena matahari
Marmer tertentu Baik bila tidak dipoles Rendah sampai sedang Sealer; jauhkan asam Honed, Anticato, Sandblast Fasad klasik, dinding depan
Andesit, paras, batu candi Andesit baik; lainnya cepat berlumut Sedang sampai tinggi Sealer, sikat lumut Tekstur alami Gaya tropis, rustic
Lapitec, Dekton Sangat baik Hampir nol Paling ringan Pilihan permukaan pabrik Fasad berventilasi, tepi kolam

Bagaimana fasad batu alam dipasang: wet cladding atau dry cladding?

Pada wet cladding, panel ditempel ke dinding dengan perekat atau adukan semen. Tukangnya mudah dicari. Risikonya dua: air di adukan membawa garam keluar sebagai flek putih, dan di dinding tinggi panel berat bisa lepas setelah bertahun-tahun memuai dan menyusut. Cara ini paling cocok untuk dinding rendah.

Pada dry cladding, setiap panel digantung dengan angkur logam pada rangka yang dibaut ke struktur, dengan celah udara di belakangnya. Tanpa adukan basah, sumber flek putih hampir hilang, dan panel yang retak bisa diganti sendiri. Untuk panel berat dan dinding tinggi, inilah cara yang lebih aman.

Di atas tinggi lantai dasar, sistem pengikatnya sebaiknya dirancang perencana struktur atau aplikator berpengalaman, bukan diputuskan di lapangan. Tekniknya ada di panduan cladding untuk facade rumah dan, dalam bahasa Inggris, dry cladding vs wet cladding. Contoh bangunan bertingkat: fasad batu sebuah gedung perkantoran di Surabaya.

Apakah batu alam benar-benar membuat rumah lebih sejuk?

Sedikit, dan tidak seperti yang sering dijanjikan. Batu padat menyerap panas perlahan dan melepaskannya perlahan, tetapi ia bukan bahan insulasi. Batu yang menempel langsung ke dinding hanya sedikit mengubah suhu ruang, dan dinding yang terkena terik sore tetap hangat sampai malam.

Yang lebih berpengaruh adalah celah udara. Pada dry cladding berventilasi, panel batu meneduhi dinding di belakangnya, dan udara panas di celah naik lalu keluar. Warna juga berperan: batu terang memantulkan lebih banyak sinar matahari daripada batu gelap.

Gaya fasad rumah: batu dan finish apa yang cocok?

Klasik. Marmer krem atau putih dengan finish Honed atau Anticato, dan granit di bagian bawah dinding yang paling sering terkena cipratan air dan tanah.

Minimalis. Granit abu-abu atau hitam dengan finish Honed atau Flamed, atau Lapitec dan Dekton bila yang diinginkan bidang lebar dengan nat tipis.

Rustic. Granit Flamed, andesit bertekstur, travertine tanpa isian. Untuk dinding aksen bertekstur di dalam rumah ada Sierra, finish Natural Marble Skin kami yang mengikuti irama punggung gunung berbatu, seperti dinding Sierra dengan Pietra Serena di Surabaya.

Mediterania. Travertine, limestone, dan marmer krem dengan finish Anticato atau Sandblast.

Bagaimana merawat fasad batu alam agar tidak berlumut dan berflek putih?

  • Lindungi batu berpori dengan sealer resap, dan ulangi ketika air tidak lagi membentuk butiran di permukaannya.
  • Bersihkan dengan air, sikat lembut, dan sabun pH netral, bukan semprotan bertekanan tinggi dari jarak dekat.
  • Jangan pakai air keras atau pembersih asam pada marmer, travertine, dan limestone. Flek putih disikat kering lebih dulu, lalu dibersihkan dengan pembersih yang aman untuk batu berkapur.
  • Di sisi teduh, sikat lumut, bilas, dan pangkas tanaman yang menutupi dinding.
  • Setelah musim hujan, periksa nat, sealant sambungan, dan talang. Retak kecil yang dibiarkan menjadi jalan masuk air.

FAQ: pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu facade rumah, dan apa bedanya dengan eksterior?

Facade rumah adalah wajah bangunan: dinding depan, pintu, jendela, kanopi, dan pagar yang terlihat dari jalan. Eksterior lebih luas, mencakup semua bagian luar termasuk sisi samping, belakang, dan taman. Setiap facade adalah bagian dari eksterior, tetapi tidak setiap bagian eksterior dirancang sebagai facade.

Batu alam apa yang paling awet untuk dinding luar?

Granit dan quartzite, karena keras, rapat, dan warnanya stabil di bawah matahari. Untuk fasad rumah dengan batu alam berurat, marmer tertentu dengan finish Honed atau Anticato juga menua dengan baik. Bila yang dicari panel ringan dengan serapan air hampir nol, pertimbangkan Lapitec atau Dekton.

Kenapa muncul flek putih di dinding batu alam?

Flek putih, atau efflorescence, berasal dari garam di adukan semen. Air hujan meresap ke adukan, melarutkan garam itu, lalu membawanya ke permukaan batu dan mengering. Pencegahannya: kurangi air yang masuk lewat nat dan sambungan, pakai sealer, atau pilih dry cladding yang tanpa adukan basah.

Apakah fasad rumah batu alam perlu sealer?

Untuk batu berpori, ya: travertine, limestone, sandstone, marmer, paras, dan batu candi. Sealer resap menahan air, noda, dan lumut, meski tidak membuat batu kebal. Granit yang rapat lebih jarang membutuhkannya, dan Lapitec atau Dekton praktis tidak memerlukan sealer sama sekali.

Apa yang menentukan biaya fasad batu alam?

Jenis batu dan kelangkaannya, finish yang dipilih, sistem pemasangan (wet cladding, atau dry cladding beserta rangkanya), tinggi dinding, kebutuhan perancah, serta jumlah sudut dan potongan khusus. Dinding tinggi dengan dry cladding butuh perencanaan dan rangka, jadi bandingkan penawaran untuk sistem dan batu yang sama.

Lihat batunya di bawah cahaya siang

Warna batu di bawah lampu showroom dan di bawah matahari jarang sama. Bila memungkinkan, lihat contoh batunya di bawah cahaya siang sebelum memutuskan.

MM Galleri memotong dan menyelesaikan batunya di workshop sendiri di Surabaya. Katalog kami memuat lebih dari 400 jenis marmer dan lebih dari 100 jenis granit, serta Lapitec dan Dekton, dan lempengannya bisa dilihat di showroom Surabaya, Jakarta, Bali, dan Singapura. Alamatnya ada di halaman showroom dan kontak.

Ask us about a stone

Ask the showroom nearest you. We can send photographs of what is in stock this week.